Tampilkan postingan dengan label Cinta Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Dunia. Tampilkan semua postingan

12 Juni 2010

Terimakasih...

Aku kalah !

Dia yang kucinta kini telah jauh dimata.
Terlebih, dia telah telah lupakanku yang mencinta.
Betapa cinta ini sungguh mengecewakan.
Mencintainya menjadi sebuah penyesalan.

Namun, di sela-sela kehancuran,
Kau datang membawa harapan.
Mengisi relung-relung hati...
Bangkitkan asa yang mati.

Indah wajahmu buatku mabuk.
Tidakpun, aku mengangguk.
Senyummu adalah pesona indah.
Bahagiakan seonggok hati yg ditelan gundah.

Terimakasih... 
Kau sembuhkan luka dihatiku...

28 Mei 2010

Kau itu !!

Ku sematkan cinta ini padamu,
Kau memakiku.
Ku buang jauh,
Kau bilang rindu.



ah, Kau ini...



Jangankan kusentuh, tersenyum padamu saja aku tak mampu.

15 Oktober 2009

Hidupkan kembali ...

Mencintai sesuatu bukanlah hal yang mudah
Meski segenap makhluk berkata, 'Inilah yang terindah !'
Fikirku melayang dalam melodi gundah
Tersentak !!! Hati semakin gelisah ...

Bukan cinta jika terpaksa !!!
Walau kucoba menahan rasa,
Namun cinta tetap hanya sebuah kata
Bukan gejolak didalam dada
Bukan pula gelora yang membara

Burung - burung bernyanyi ...
Kurasa mungkin hatiku telah mati
Namun, kala mentari sinari pagi
Semangat hidup berkecambah lagi

Setitik senyum berujung tawa
Hadir lagi dimalam buta
Wahai Allah yang jiwaku di genggaman-Nya,
Hidupkan lagi semangat yang sempat sirna.


Lekaslah Sembuh

Ku hisap Rokok tanda kesedihan
Masih gundah di telan kenyataan
Taukah kau aku pun tertekan,
Atas sakitmu yang tak tertahankan ?

Entah nyata atau halusinasi
Deritamu membuatku mati
Aroma cemas menusuk lagi
Seakan malam tak 'kan berganti

Bangkitlah, kekasihku !
Berdirilah, sayangku !
Nantikanlah melodi syahdu !
Pertanda dunia ini milikmu

Tersenyumlah...
Yakinlah, Tuhan menjagamu !
Walaupun terselip nada pilu
Mungkin Dia hanya mengujimu

Disini, diantara kepulan asap,
Aku hanya bisa berharap,
Semoga cintaku redakan kau yang mengaduh.
Semoga kau lekas sembuh ...


Agar Aku...

Segores luka di hati kecilku,
Dapat terobati oleh senyum tulusmu.
Kegelapan yang menyelimuti hari - hariku,
Dapat terobati oleh senyum manismu.

Aku butuh engkau, wahai, Lilin Kecilku !
Tanpamu, percuma saja, aku buta...
Aku butuh engkau, wahai, Obat Hatiku !
Tanpamu, luka kecilku terasa amat perih...

Laguku terdengar sendu tanpa tawamu.
Minumanku terasa pahit tanpa wajahmu.
Rokokku terasa menyesakkan tanpa cintamu
Aku hampa tanpa kasih sayang tulusmu...

Katakanlah, " Aku cinta kamu ! ".
Agar bunga - bungaku mekar kembali.
Agar hati yang mulai membusuk ini terobati.
Agar tak ada lagi hijab antara kita.

Katakanlah, " Aku rindu kamu ! ".
Agar hasrat di hatiku mereda.
Agar 'Api Kerinduan' ini tak membakarku.
Agar hatiku tentram dalam damai.




06 Oktober 2009

Melangkah Demi Evolusi

Sedetik kucoba lawan keboborokan
Hati pilu pun menjerit kesakitan
Dasar, aku ini memang hanya bisa berangan !!!
Hanya 'si dia' sulit sekali tuk lupakan...

Berawal dari manisnya pertemuan
Hingga berubah jadi kecintaan
Betapa bodohnya aku, wahai Tuhan...
Ku turuti saja nafsu syetan...

Ku titi jalan tanpa ada keraguan
Ucapan manis syetan, ternyata bualan !!!
Kini kusadar, ini adalah kesesatan
dan cinta...??? ah... itu KEBENCIAN !!!

Coba saja kau bayangkan,
didalamnya tak ada ketenangan
Apakah aku harus menekadkan,
Bahwa ini sebuah kebenaran ?

Tidak, bukan cinta bila dipaksakan.
buka sayang bila terselip nafsu syetan.
Lalu, apa yang harus aku lakukan ?
Mungkin inilah saatnya ku lupakan...

Duh, engkau gadis pujaan...
Jangan bingung terhadap perubahan
Aku ini hanya tak tahan
Punya hati hanya berisi khayalan...


Silahkan pergi, wahai Gadis !
Wajah indahmu akan tetap manis
Aku memang terlalu egois
Maafkan jika kata-kataku terlalu sadis

Aku yang malang ini tak bisa ingkar,
Bahwa cintaku masih kuat mengakar
Bagai kapal menarik jangkar,
Ingin berlari menghindar, ternyata hanya berputar-putar...

Aku sadar aku ini pengecut
Tak bisa menerima kenyataan hidup
Nyali ini pun selalu menciut
Karena aku takutcahaya akan redup

Tapi kini, ku ganti baju lusuhku
Karena baju itu sudah terlalu bau
Ku beli baju indah yang baru
Walaupun, belum terbayar hutang-hutangku

Sedetik, tersirat perasaan sombong
Namun hilang sudah terbengong
Hasrat ini kian mendorong :
"Jauhilah, cinta tak bisa di colong,
Namun hati-hati, terkadang ia bisa menodong"

Tak akan ada lagi harapan
Lebih baik kubuang impian
Disini, cinta ini kutinggalkan
Wahai Gadis, tak 'kan ada lagi perburuan !!!

Di tiap-tiap lamunan kau terbayang
Tak hilang meski kucoba 'tuk buang
Kukira inilah saatnya menang
Ternyata kekuatanku malah hilang

Dasar Syetan !!! kau selalu saja menggoda
Fantasi itu datang dimana pun ku berada
Merasuk cepat kedalam dada
Gelisah ini, kapankah 'kan mereda. . . ??

Kesadaranku kini telah pulih
Saat tubuhku dipenuhi buih
Benar juga, aku toh sudah memilih
Tak perlu lagi ku meraih

Kupakai lagi baju baruku
Didalam penat kubaca sebuah buku
Terhenti lagi, bayang-bayang itu terselip di benakku
Ahh...menulis saja, walau tangan ku kaku

Huruf-huruf tertulis oleh pena
Walau kutahu ini tak ada guna
Aku ini CAHYANA !!!
Tak usah lagi pikirkan cinta !!!